The enchanting land of Sunda stretches from the Sunda Strait in the West to the borders of Central Java in the east. The region is primarily mountainous, with rich green valleys hugging lofty volcanic peaks, many of which surround the capital of the province, Bandung. The history of West Java is a story of trade, spices, and the rise and fall of powerful kingdoms. In the late 1500’s the region was ruled from mighty Cirebon, which still survives as a sultanate today, although a shadow of its former glory. West Java was one of the first contact points in Indonesia for Indian traders and their cultural influences and it was here that the Dutch and British first set foot in the archipelago.
Saung Angklung Udjo
Here you will find the Sudanese traditional bamboo musical concert performed by a small group of children with colorful and beautiful dances. See their dynamic performances and natural expression. You may not believe that the children performing in the concert are less then 12 years old. There's even a two years old child playing kendang, the Indonesian traditional drum!
Saung Angklung Udjo also present choices of bamboo art performances and traditional dances such as Tari Topeng (Mask Dances), Wayang Golek demonstration (puppet show) and many more. You could feel the sophisticated atmosphere when you experience how to play angklung and being part of our performance all at once. You can see, learn and play "The Angklung," one of Sundanese traditional musical instrument, with the colorful performances, the beautiful dances. Dance together for your memorable visit.
SAU is one of the tourism place for all family, it's attractive and adductive. And SAU is one perfectly province tourism object and important in West Java.Though wayang golek is found in Central Java, it is more prevalent in West Java, blending entertainment with religious and philosophical overtones. Like wayang Wit, most plots of wayang golek are loosely based on the Indian Ramayana epos; only very few use stories of local origin
Nuansa Romantis di Kampung Sampireun, Garut
Dengan pemandangan alam pedesaan yang tenang dengan udara sejuk pegunungan, Anda dapat merasakan hembusan angin lembut dan gemerisik pohon bambu yang tertiup angin dengan diiringi alunan musik khas tanah Sunda sambil duduk di bale-bale dan menghirup udara sejuk. Romantis sekali bukan?
Kampung Sampireun terletak di Ciparay, desa Sukakarya, Garut, Jawa Barat. Kampung Sampireun ini menawarkan semua kesederhanaan sekaligus kenyamanan fasilitas yang Anda butuhkan untuk bulan madu Anda. Dengan pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, udara bersih dan segar itu menjadikan resort ini tempat yang tepat untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Saat Anda tiba di sana, sajian alam pertama yang dapat Anda nikmati adalah pemandangan sebuah danau dengan rumah-rumah berdinding bambu yang menjorok di atas danau begitu tiba di lobi. Dominasi antara bambu dan kayu menjadi unsur dominan di dalam dan luar ruang pondok Kampung Sampireun ini.
Kampung Sampireun merupakan resort dengan konsep boutique yang berdiri di hamparan taman yang dikelilingi pohon bambu. Dengan menghadirkan suasana kampung tatar Sunda dengan kesan indah, nyaman, tentram, dan damai dengan sentuhan khas kampung tradisional dan pelayanan perhotelan modern yang profesional yang terdiri dari berbagai pilihan jenis kamar yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan pasangan. Satu kesamaan dari tiap kamar ini adalah semuanya menawarkan nuansa pedesaan Sunda yang tenang.
Untuk penerangan, penginapan ini mengandalkan
Dengan diselimuti nuansa pedesaan yang tenang, mungkin inilah yang Anda butuhkan untuk mendapatkan suasana bulan madu yang romantis.
Kampung Sampireun terletak sekitar 4-5 jam dari Jakarta atau satu jam dari Bandung dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi Anda yang malas menyetir sendiri, Kampung Sampireun juga menyediakan fasilitas penjemputan baik di Jakarta (charge-nya Rp. 1.500.000,-/return) maupun di Bandung (charge-nya Rp. 800.000,-/return) dan bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi, dapat menggunakan kendaraan umum. Adapun rute kendaraan umum dengan perkiraan tarifnya adalah sebagai berikut :
- Dari Jakarta (Kp. Rambutan Rp. 27.500,- / Lb. Bulus Rp. 30.000,-) menuju Garut sampai ke terminal Guntur Garut.
- Dari Bandung (Cicaheum Rp. 8.000,- dan Rp. 15.000,- (Patas) / Lw. Panjang Rp. 10.000,- dan Rp. 18.000,- (Patas) ) menuju Garut sampai ke terminal Guntur Garut.
- Dari terminal Guntur Garut dapat menggunakan angkutan kota (angkot 06) jurusan Samarang-Garut dan turun di pertigaan Pamulihan (tarif Rp. 4000,- / orang)
- Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju ke desa Suka Karya dan turun di depan gapura Kampung Sampireun (tarif Rp. 2000,- / orang)
Di Kampung Sampireun terdapat 13 kamar, terdiri dari 7 kamar Kalapalua Suite, 4 kamar Kurjati Suite, 1 kamar Waluran Suite dan 1 kamar Malajang. Masing-masing memiliki tata ruang yang menyajikan nuansa pedesaan Sunda. Anda dapat memilih kamar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bulan madu Anda
Anda dapat mengelilingi Kampung Sampireun dengan berjalan kaki ataupun bersepeda.
Penginapan Kampung Samperiun memiliki Amanti Kafe "Al Fresco" yang menyajikan masakan khas Sunda, masakan Cina dan Eropa serta masakan Kontinental, dengan variasi makanan yang sangat beragam dengan waktu operasi mulai dari pukul 07:00 - 23:00.. Dari restoran ini akan terlihat perbukitan Amanti yang menjadikan suasana romantis dengan penerangan cahaya lilin.
Anda dapat membeli kerajinan tangan khas Garut dan Jawa Barat di toko cinderamata, selain membeli makanan khas Garut seperti Dodol untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Jika Anda dan pasangan menyukai kegiatan di dalam ruangan, di sini terdapat perpustakaan mini dan theater. Namun jika Anda lebih menyukai kegiatan di luar ruangan Anda dapat berjalan-jalan mengunjungi Pasar Mengambang, atau bersepeda bersama pasangan menyusuri hutan atau pegunungan, memancing, atau berolah raga arung jeram.

1 comment:
Wah Keren juga nih tempat...
thanx ya referensi ya...
Post a Comment